Cara Menumbuhkan Kembali Kecintaan Naik Sepeda ke Sekolah

Saat ini kendaraan bermotor khususnya sepeda motor bukanlah barang mewah lagi. Sepeda motor di Indonesia pastinya sudah banyak dimiliki sebagian besar orang. Jaman yang semakin maju, membuat teknologi "kuda besi" ini bukanlah lagi barang yang mewah seperti dahulu.

Dahulu, pengguna sepeda motor pastinya kita sudah tahu sendiri yaitu kalangan atas. Sepeda motor hanyalah sekedar impian bagi sebagian masyarakat dulu. Mungkin karena harganya yang mahal dan juga produk'nya belum banyak seperti sekarang.

Gambar motor jaman dahulu!

Motor Suzuki Jaman Dulu. (sumber)

Motor Honda Jaman Dulu (sumber)

LIHAT FOTO MOTOR JADUL LAINNYA
 >> DISINI << 

Setiap perkembangan teknologi sepeda motor, pastinya memiliki 2 sisi untuk dilihat. Sisi baiknya, pastinya adalah membantu kehidupan manusia lebih cepat dan sebagainya. Namun, sisi buruknya bukan tidak mungkin ada. Salah satunya adalah penggunaan sepeda  motor dikalangan anak sekolah.

Cara Menumbuhkan Kembali Kecintaan Naik Sepeda


Penggunaan sepeda motor oleh pelajar ke sekolah menyebabkan beberapa dampak negatif. 

1. Melanggar aturan, karena undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pada pasal 81 ayat (2) huruf (a) disebutkan bahwa syarat usia paling rendah seseorang memiliki SIM C (sepeda motor) adalah 17 tahun, sementara pelajar banyak yang belum berusia 17 tahun, belum lagi mereka banyak yang suka tidak menggunakan helm.

2. Meningkatnya resiko kecelakaan di jalan raya, karena pelajar yang mengendarai sepeda motor kadang tidak disertai dengan pemahaman;nya terhadap rambu-rambu lalu lintas dan perhitungan yang matang. Akibatnya, banyak terjadi kecelakaan.

3. Secara psikologis, pelajar yang mengendarai sepeda motor cenderung ingin memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi alias ngebut di jalanan, kurang hati-hati, dan arogan. Bagi mereka, jalan raya seperti lintasan balap yang digunakan untuk track-track-an bersama teman-temannya.

4. Menurunnya produktivitas. Kepemilikan sepeda motor membuat anak muda di desa-desa lebih memilih nongkrong dengan komunitas motornya atau jalan-jalan sama pacarnya daripada membantu orang tuanya. Mereka enak mengendarai motor kemana saja mereka mau, sementara orang tuanya pusing memikirkan cicilan kredit motor setiap bulannya. Dengan kata lain, sepeda motor telah melalaikan mereka dari berbakti kepada orang tua.

5. Pemborosan. Supaya sepeda motornya lebih gaul, lebih keren, kekinian, dan tampil beda, mereka pun memodifikasinya, mem-paint brushbody sepeda motornya. Memodifikasi sepeda motor tentunya memerlukan biaya yang tidak sedikit. Pelajar yang belum memiliki penghasilan tentunya akan meminta uang kepada orang tuanya, dan akibatnya bertambah lagi beban orang tua.

Hal inilah yang saat ini menjadi perdebatan dikalangan masyarakat. Sepeda motor, di jadikan objek yang sedang mengiring pelajar menjadi bobrok. Anda bisa lihat dibawah;


Download Aplikasi Admnistrasi Guru :

    Semoga dengan adanya file Tentang yang Admin bagikan/Share di atas bisa membantu dan memenuhi Semua Kelengakapan Administrasinya di Sekolahnya masing-masing demi peningkatan mutu pendidikan dalam menghadapi era globlisai dan modernisasi.

    Subscribe to receive free email updates:

    0 Response to "Cara Menumbuhkan Kembali Kecintaan Naik Sepeda ke Sekolah"

    Post a Comment